Love is Miracle
Minggu, 13 Februari 2011
Perampok CIMB Medan Terancam Hukuman Mati
MEDAN - Para tersangka pelaku perampokan Bank CIMB Niaga Cabang Aksara Medan, Sumatera Utara, terkena ancaman hukuman mati.
Mereka adalah Suryadi, Muhammad Khair alias Butong, Pautan alias Robi, dan Abdul Ghani Siregar yang sebelumnya merupakan tahanan Polda Sumut.
Kemudian, sembilan tersangka yang baru diserahkan oleh Mabes Polri kepada Kejaksaan Tinggi Sumut yakni Zumirin, Jaja Miharja Fadilah, Nibras, Pamriyanto, Beben Khairul Banin, Agus Sunyoto, Marwan alias Wak Geng, Anton Sujarwo, dan Khairul Ghazali.
"Selain pasal perampokan, semua pelaku ini juga didakwa melakukan aksi teroris. Mereka dikenakan UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme, dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati," jelas Direktur Reskrim Polda Sumut Kombes Pol Agus Andrianto di Medan, Kamis (27/1/2011).
Dia menjelaskan, keempat tersangka yang sebelumnya ditahan di Mapolda Sumut dianggap turut serta terlibat dalam serangkaian aksi terorisme. Karena, uang hasil rampokan dari Bank CIMB Niaga Cabang Aksara Medan itu rencananya akan digunakan untuk membiayai operasional, pembelian senjata api, serta bahan peledak dalam aksi terorisme di Sumut.
Awalnya, keempat tersangka tersebut diperiksa atas aksi perampokan. Namun, setelah dikembangkan ternyata diketahui bahwa perampokan itu mereka lakukan untuk mencari dana bagi aksi terorisme yang akan mereka lakukan. Sehingga, lanjutnya, penyidik Polda Sumut pun mengenakan UU Terorisme.
Saat ini, berkas para tersangka tersebut telah dilimpahkan kepada Kejati Sumut, dan telah dinyatakan lengkap (P-21) termasuk juga sembilan tersangka dari Mabes Polri. Seluruh tersangka yang berjumlah 13 orang itupun sekarang ditahan di Rutan Polda Sumut dengan alasan keamanan.
Dua di antaranya juga terlibat dalam penyerangan Mapolsek Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, yang menewaskan tiga personil kepolisian tersebut.
Pihak Kejati Sumut sendiri akan segera menyusun dakwaan atas semua tersangka, yang kemudian diserahkan kepada Pengadilan Negeri Medan untuk proses persidangan.(kem)
Motor Raib, Siswa SMP Ditemukan Tewas
BANDUNG - Seorang siswa SMP Negeri di Kota Bandung, Andi Rustandi (14), ditemukan tewas dengan luka jeratan dan beberapa luka lainnya. Diduga Andi dihabisi oleh pelaku dan sepeda motor yang ditunggunginya dibawa kabur.
Andi ditemukan terbujur kaku di tengah jalan setapak yang tak jauh dari Sekolah Menengah Taruna Krida Nusantara, Sukaluyu RT 06 RW 12 Kelurahan Pasirbiru, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, pada Jumat (28/1/2011) pagi.
Korban tewas dengan luka melingkar bekas jeratan di leher, sementara sepeda motor Revo D-6301-FT yang saat itu dikendarainya raib.
Kapolsektabes Panyileukan AKP Komarna menuturkan, jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.00 oleh warga setempat, Rosyid.
"Anak ini diduga korban pencurian dengan kekerasan. Dari keterangan orangtuanya, korban meninggalkan rumah sebelum magrib kemarin (Kamis, 27 Januari), tapi pagi ini ditemukan sudah meninggal di sini dan sepeda motornya hilang diduga dibawa kabur rampoknya," ujar Komarna di tempat kejadian.
Pelaku perampokan hingga kini belum diketahui . "Kasusnya masih dalam penyelidikan kami," tandas Komarna.
Andi diketahui sebagai warga kampung Legit RT 03 RW 11 Kelurahan Cipadung, Kota Bandung. Korban adalah siswa SMP Negeri 15 Jalan Setiabudhi. Saat ditemukan, lanjut Komarna, di saku sebelah kiri korban ditemukan handphone. Sedangkan di saku sebelah kanan uang senilai Rp10 ribu.
"STNK-nya pun masih ada didompetnya beserta KTP," tuturnya.
sementara itu Ketua RT 03 RW 11 kampung Legit , Pepe Rahmat ( 32 ), mengatakan Andi terakhir bertemu dengan keluarganya pada Kamis sore sekira pukul 17.00 WIB.
"Dia (korban) pinjam motor Revo ke orang tuanya untuk jalan-jalan bersama teman sebaya tetangganya. Semalam dia sempat mengantarkan kembali temannya pulang ke rumah . Tapi terus dia pergi lagi naik motor sampai ditemukan meninggal di sini," ujarnya dilokasi kejadian.(Yugi Prasetyo/Koran SI/kem)
Perut Berlumuran Darah, Sutrisno Lolos dari Maut
CIAMIS – Sutrisno (23), warga Nanggewer RT01 RW 01, Desa Bojongsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Ciamis lolos dari maut dalam upaya percobaan perampokan.
Sutrisno menjadi korban penusukan dua orang yang mencoba mencuri motor miliknya di Jalan Raya Pangandaran-Kalipucang, tepatnya di Kawasan Hutan Karangnini, Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Ciamis.
Dari informasi yang dihimpun, upaya perampokan itu dilakukan saat korban mengendarai motor dari arah Pangandaran menuju kediamnya di Padaherang. Namun, sesampai di lokasi ada seorang pengendara motor lain sedang mendorong motor dan meminta tolong menunjukan bengkel.
Saat Sutrisno hendak menolong dengan menghentikan motornya, dari arah belakang dihampiri seorang berbadan tegap menodongkan pisau. “Dia meminta saya menyerahkan uang dan motor,” kata Sutrisno.
Saat itu, lanjut Sutrisno, dirinya berusaha menghindar dan melawan. Namun, gerakanya kalah cepat. Pria tidak dikenal itu, melayangkan tusukan pisau ke arah perut korban dan darah segar berlumuran. “Saya seketika lemas, banyak darah berlumuran dari perut saya,” ucap Sutrisno.
Saat Sutrisno mulai kewalahan, beruntung melintas sebuah kendaran roda empat. Kedua perampok itu langsung melarikan diri mengunakan motor yang sebelumnya didorong pelaku lain. “Motor saya selamat, karena masih saya pegang. Hanya saja, uang hasil kerja sebagai sopir travel semua diambil pelaku,” sebut dia.
Ujang Saefudin (28), seorang Karyawan Bengkel di sekitar Karangnini membenarkan, telah terjadi peristiwa penusukan dengan modus berupaya mencuri sepeda motor. Saat itu, bengkel sudah tutup.
“Tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu, minta tolong dengan darah berlumuran di perut. Tanpa banyak tanya, saya langsung menolongnya menyumbat aliran darah yang keluar diikat mengunakan kain,” kata Ujang.
Namun, lanjut Ujang, kedua pelaku sudah tidak ada sat melihat ke sekitar lokasi. Menurut korban, kedua pelaku melakukan aksinya mengunakan kendaraan motor Honda. Mereka beraksi dengan cara berpura-pura motor mereka mogok. “Saat ditolong, pelaku lainya menikam dari belakang dan melakukan perampasan,” sebut Ujang.
Sementara itu, Kapolsek Kalipucang AKP Edih Permana mengatakan, dalam peristiwa itu pihaknya belum mendapat laporan dari korban. Edih mengakui, kawasan hutan Karangnini merupakan kawasan rawan terjadi upaya perampokan.
“Untuk mengantisipasi hal itu, kami sudah melakukan patroli. Setiap malam, kendaraan patroli polisi berkali-kali selalu melintas kawasan tersebut,” pungkas Edih.
Truk Besi Terguling, 'Bu Haji' Tewas Tergencet
SURABAYA - Sebuah truk bermuatan besi terguling di Jalan AMD, Kelurahan Manukan Wetan, Surabaya. Nahasnya, saat terguling Hanum (35) atau akrab disapa 'Bu Haji' tewas tergencet truk.
Beruntung Muslimin (40), suami korban dan anaknya Laila (3), selamat setelah keduanya berhasil melompat dan tercebur sungai.
Tahal, saksi mata di lokasi kejadian menuturkan, korban hendak pergi ke Pasar Bentaran yang tak jauh dari lokasi. Ketiganya hendak naik angkot dan menghentikan di jembatan tersebut. Tiba-tiba dari arah barat datang truk bermuatan besi dengan Nomor polisi L 9107 NB hendak putar balik.
“Sebenarnya tempat ini tidak layak digunakan untuk putar balik karena lokasinya yang menanjak,” kata Tahal kepada okezone di lokasi, Jumat (4/2/2011).
Saat putar balik, tiba-tiba truk tersebut kehilangan keseimbangan dan akhirnya terguling. Saat terguling, Hanum tidak bisa menghindar dan akhirnya tewas tergencet truk. Korban langsung tewas di lokasi dengan kepala remuk tertimpa besi.
Warga langsung menolong Muslimin dan Lalila yang saat itu sudah tercebur ke sungai. Saat melihat istrinya tewas, Muslimin langsung jatuh pingsan, sedangkan Lalila dilarikan ke rumah sakit karena menderita patah tulang.
Akibat kecelakaan itu arus lalu lintas di Jalan Buntaran sempat macet, karena sejumlah warga banyak yang menonton. Sedangkan sopir truk tersebut langsung kabur, karena takut dihajar oleh warga.
(ton)
Avanza Tabrak Pembatas Tol TB Simatupang
JAKARTA - Kecelakaan terjadi di ruas tol TB Simatupang sekira pukul 17.24 WIB. Akibatnya, lalu lintas di jalan tol tersebut menjadi tersendat.
TMC Polda Metro Jaya, Jumat (11/2/2011) melaporkan, sebuah mobil Avanza menabrak Guard rail tepatnya di jalan tol yang terletak di depan Cilandak Town Square.
Peristiwa yang terjadi di KM 23.400 tersebut menyedot perhatian pengguna jalan lain. Banyak yang mengurangi laju kendaraannya untuk melihat kendaraan naas tersebut, sehingga arus lalu lintas menjadi tersendat.
Belum ada laporan mengenai korban jiwa, namun saat ini kendaraan tersebut masih dalam penanganan untuk dievakuasi. Warga yang melintas diimbau agar waspada jaga jarak aman berkendara.
Truk Damkar Masuk Jurang, 2 Orang Tewas
BOGOR - Insiden jatuhnya truk pemadam kebakaran milik Pemkot Bogor ke jurang sedalam 10 meter dini hari tadi di Jalan Harupat, Sempur, mengakibatkan jatuhnya dua korban jiwa serta sejumlah korban luka.
Korban tewas yaitu Ali, petugas pemadam kebakaran dan Eman Sulaeman, pengendara sepeda motor yang ditabrak truk sebelum terjun ke jurang.
Sementara dua korban luka lainnya langsung dibawa ke Rumah Sakit PMI Bogor untuk mendapatkan perawatan. “Sebelum jatuh ke jurang, mobil pemadam kebakaran menabrak motor,” ujar Dadang Sudirja, salah seorang saksi mata, Jumat (11/2/2011).
Dijelaskan, tabrakan terjadi saat truk pemadam kebakaran berusaha mendahului sebuah angkot di Jalan Harupat. Pada saat bersamaan dari arah berlawanan muncul dua sepeda motor sehingga tabrakan tak dapat dihindarkan. Waktu itu truk tengah dalam perjalanan menuju lokasi kebakaran.
Proses evakuasi salah seorang korban yang merupakan petugas pemadam kebakaran berlangsung selama hampir empat jam karena posisi tubuhnya terjepit body truk.
Polisi juga harus mendatangkan alat derek dari jasa marga untuk mengangkat truk damkar karena medan yang cukup curam.(Endang Gunawan/Global/ful)
Langganan:
Komentar (Atom)






