-->

Label

good (2) wisata (2)

Minggu, 13 Februari 2011

Tiga Mobil Tabrakan di Terowongan Pasar Rebo

JAKARTA - Kecelakaan beruntun mewarnai arus lalu lintas di Tol JORR dari arah Pondok Indah menuju Pasar Rebo sekira pukul 17.10 WIB.

Informasi dari Traffic Managent Center (TMC) Polda Metro Jaya, Sabtu (12/2/2011), kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan tersebut terjadi tepat di Trowongan Pasar Rebo.

Imbasnya arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian tersendat. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hingga kini, kasus ini masih dalam penanganan petugas.

Kepada para pengguna jalan tol yang hendak melintas di lokasi kejadian diimbau agar lebih waspada dan diharapkan menjaga jarak aman berkendara.

Pada waktu hampir bersamaan sebuah Sedan menabrak pembatas jalan di KM 21 Tol Jagorawi menuju Cawang. Belum diketahui penyebab peristiwa tersebut, namun kendaraan tampak rusak parah di bagian depan. Imbasnya, arus lalu lintas di lokasi kejadian tersendat.(ful)


Menyulap Belimbing Wuluh Jadi Sabun Colek

BANDUNG - Belimbing wuluh yang biasa dijadikan pelengkap sayur asam atau dibuat manisan ternyata bisa disulap menjadi sabun colek.

Sabun yang diberi nama Bilimbi Soap ini adalah kreasi lima mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Unpad 2010.

Tim ini terdiri dari Rosmaniar, Dwiwahyuni Hapsari, Rika Revisa Rahmawati, Siti Asih Setianingsih, Afrian Dwi Anggoro, dan seorang dosen pembimbing Dr Rer Nat Suseno Amin.

Berawal dari obrolan iseng, tim ini kemudian mengembangkan ide pembuatan sabun cuci organik dengan memanfaatkan sumber daya alam (SDA) yang ada. Belimbing wuluh (Averrhoa bilmbi l) ternyata memiliki ekstrak yang tepat sebagai pembersih noda pada kain.

"Sayangnya, belum banyak orang yang tahu manfaat belimbing wuluh sebagai pembersih noda pada kain," tutur Rosmaniar seperti dikutip dari situs Unpad, rabu (12/5/2010) .

Sabun belimbing wuluh ternyata mudah dibuat. Pertama-tama, belimbing wuluh dipotong kecil-kecil dan dihaluskan menggunakan blender.

Wuluh yang sudah halus tadi kemudian disaring menggunakan kain kasa atau penyaring teh sampai berbentuk cair. Ekstrak wuluh ini kemudian dicampur rata dengan berbagai macam bahan kimia dengan konsentrasi tertentu.

"Penggunaan bahan kimia dimaksudkan untuk memperoleh hasil lebih maksimal. Bahan kimia yang digunakan juga mudah didapat di toko bahan kimia," jelas Ningsih.

Pengembangan Bilimbi Soap masih akan terus dilakukan. Tim masih akan mencari formula paling tepat agar sabun yang dihasilkan stabil. Teknologi yang memadai juga diperlukan untuk pengembangan sabun organik berbahan wuluh ini.

"Kami akan tetap berkonsentrasi dengan penelitian ini dengan harapan masyarakat bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ada dan tidak lagi bergantung pada deterjen yang malah merusak lingkungan," harap Rika yang menjabat sebagai ketua tim.

 

4 Senyawa Baru Murbei Temuan Ferlinahayati

JAKARTA - Penelitian Ferlinahayati terkait fitokimia dan sifat sitotoksik senyawa turunan fenol pada Morus, atau yang biasa dikenal masyarakat sebagai tanaman murbei mengantarkannya menjadi seorang doktor.

Dengan menemukan empat senyawa baru dan menjabarkan beberapa senyawa yang memiliki sifat toksisitas terhadap sel murine leukemia P-388, beliau berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Fitokimia dan Sifat Sitotoksik Senyawa Turunan Fenol dari Genus Morus yang Tumbuh di Jawa Barat" pada Sidang Terbuka Program Doktor yang diselenggarakan oleh Sekolah Pascasarjana ITB, belum lama ini di Gedung Annex ITB.

Ketertarikan terhadap keunikan struktur dan berbagai aktivitas yang terdapat dalam senyawa turunan fenol dari Morus melatarbelakangi Ferlinahayati mengkaji tanaman Morus, khususnya Morus asal Jawa Barat, lebih dalam.

Pada beberapa penelitian Morus memiliki aktivitas sitotoksik, antinematodal, antiviral, antiagregasi platelet dan antiinflamasi. Penelitian disertasi Ferlinahayati mengkhususkan pengkajian fitokimia dan sifat toksisitas pada tanaman yang biasa menjadi pakan ulat sutra ini.

"Penelitian disertasi ini dilakukan dengan menggunakan tiga spesies tumbuhan Morus yaitu M australis Poir, M. nigra Linn, M. alba Linn yang merupakan spesies Morus di daerah Jawa Barat, serta dikaji pula sifat sitotoksik senyawa-senyawa yang berhasil diisolasi terhadap sel murine leukemia P-388," ujar Ferlinahayati.

Melalui penelitiannya di Prodi Kimia FMIPA ITB, dia berhasil mengisolasi 24 senyawa turunan fenol dengan empat senyawa baru dari Morus, serta memperoleh beberapa senyawa turunan yang aktif sitotoksik terhadap sel murine leukemia P-388.

Menurut promovenda yang dipromotori oleh Prof Dr Euis Holisotan Hakim, serta ko-promotor Prof Dr Yana Maolana Syah dan Dr Lia Dewi Juliawaty ini, penemuan empat senyawa baru yakni 6,3'-O-dimetilmorasin M (1) (golongan 2-arilbenzofuran), 5,7,2',4' -tetrahidroksi- 3 -metoksiflavon (2) (golongan flavonoid jenis flavonol), 7-epialboktalol (3) (dimer stilben) dan morunigrin (4) (gabungan stilben-arilbenzofuran) telah menghasilkan pemahaman baru pada fitokimia genus Morus.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penemuan 20 senyawa lainnya mempertegas kemampuan genus ini untuk memproduksi beragam senyawa turunan fenol.

Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan sitotoksisitas terhadap sel murine leukemia P-388 senyawa hasil isolasi dengan keberadaan gugus isoprenil pada posisi C-3 dari senyawa flavon.

Sidang yang juga dihadiri Dekan Sekolah Pascasarjana ITB Prof. Dr. Ir. Ofyar Z. Tamin berakhir dengan begitu membanggakan ketika Prof. Dody Sutarno, Ph.D, selaku ketua sidang mengumumkan bahwa Ferlinahayati berhasil mempromosikan gelar doktornya dengan predikat cum laude.

Robot Unikom Borong Gelar Juara

BANDUNG - Universitas Komputer Indonesia (Unikom) kembali berprestasi dalam hal teknologi robot. Setelah bulan lalu robot rakitan mahasiswa Unikom juara di kompetisi internasional bertajuk “Robogames” di Amerika Serikat (AS), kali ini Unikom menggondol tiga gelar juara di Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2010 yang digelar di Kampus Politeknik Negeri Bandung (Polban) Jalan Gegerkalong Hilir Kota Bandung, pada akhir pekan lalu.

Polban menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) regional II yang diikuti 78 peserta mewakili perguruan tinggi dari provinsi Jabar, Banten, dan DKI.
Menurut Pembimbing Tim Robot Unikom Yusrilla Y Kerlooza, kampusnya menurunkan tiga tim untuk tiga kategori dalam KRCI. Unikom meraih gelar juara pertama dalam ketegori senior beroda, senior berkaki,dan ketegori battle. “Kami akan mewakili regional II dalam KRCI nasional di Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) pada 19-20 Juni mendatang,” kata Yusrilla saat konferensi pers di Kampus Unikom, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, kemarin.

Unikom tak ikut serta dalam KRI. Yusrilla menjelaskan, dalam kategori robot beroda, robot tim Unikom berhasil menjadi yang terbaik dan tercepat dalam bernavigasi dan bermanuver mencari dan memadamkan api pada arena dengan peta tertentu. Tantangan yang dihadapi robot berkaki sama halnya dengan robot beroda.

“Sementara untuk kategori battle,mempertandingkan dua tim robot yang masing-masing terdiri atas dua robot di satu arena. Pertandingan bertujuan mencari bola, memasukkan bola. Yang tecepat dinyatakan sebagai pemenang,” jelasYusrilla. Di kategori robot beroda, Unikom menurunkan robot DU114- V10, sementara di kategori berkaki, robot yang diturunkan jenis DU116. Sedangkan pada Expert Battle, Robot DU99-V2. (krisiandi sacawisastra)

 

Cangkang Telur Ternyata Bisa Jadi Pakan Ternak!

YOGYAKARTA - Selama ini potensi limbah kerabang (cangkang) telur di Indonesia cukup besar. Sayangnya, potensi tersebut hingga saat ini belum dimanfaatkan secara optimal khususnya sebagai pakan unggas dan hanya dimanfaatkan untuk hiasan kerajinan.

Hal ini disebabkan karena sejauh ini limbah tersebut mudah terkontaminasi mikrobia dan kecernaan mineral kalsiumnya yang masih rendah. Disamping itu, keberadaanya dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena sulit didegradasi oleh mikrobia tanah.

Terkait dengan limbah kerabang telur tersebut  Prof. Dr. Ir. Tri Yuwanta, SU, DEA, yang juga Dekan Fakultas Peternakan UGM, telah berhasil mengembangkan metode prosesing limbah kerabang telur menjadi pakan sumber mineral ayam petelur.

Metodenya yang dipergunakan dalam prosesing limbah kerabang telur tersebut, diawali dengan perendaman kerabang telur dengan air panas 80ยบ celcius selama 15-30 menit, dibersihkan, lalu dikeringkan. Kemudian direndam lagi menggunakan asam fosfat dengan beberapa konsentrasi, setelah itu dibuat tepung. Setelah jadi tepung, kemudian dicampur dengan bahan baku pakan lain seperti jagung giling, bekatul, bungkil kedelai dan lain-lain.

“Metode prosesing limbah kerabang telur menjadi pakan sumber mineral ayam petelur ini sudah mulai dikembangkan,” papar Ahmad Rois Mansur, mahasiswa Fakultas Peternakan, Program Studi Ilmu dan Industri Peternakan 2007, yang juga terlibat dalam penelitian tersebut, Rabu (3/10/2010).

Pemanfaatan limbah kerabang telur ini imbuh Mansur merupakan salah satu upaya untuk memperkaya nutrien mineral pakan untuk ayam petelur. Kerabang telur menyusun sekitar 10 persen dari total berat telur. Kerabang telur sebagian besar (98,4 persen) terdiri dari bahan kering dan hanya 1,6 persen air. Kerabang telur mengandung 95,1 persen mineral dan 3,3 persen protein.

“Di antara mineral tersebut yang paling banyak adalah kalsium karbonat (98,43 persen), magnesium karbonat (0,84 persen) dan kalsium fosfat sebanyak 0,75 persen,” katanya.

Sebagai gambaran, produksi telur ayam ras nasional pada 2009 sebesar 1.071.398 ton. Jika rata-rata berat telurnya 60 gram maka kerabang telur yang dihasilkan dalam setahun adalah 178.566,33 ton. Berat itu setara dengan 175.762,84 ton kalsium karbonat, 1.499,96 ton magnesium karbonat dan 1.339,25 ton kalsium fosfat.

Dia menegaskan, biaya produksi tepung kerabang telur (untuk 100 kg) diperkirakan sebesar Rp89.000. Jadi, harga pembuatan tepung kerabang telur per kgnya adalah Rp890 sedangkan harga sumber mineral yang juga sering digunakan yaitu tepung kerang berharga Rp2.500 per kg (selisih Rp 1.610).

“Rata-rata konsumsi pakan ayam petelur per hari adalah 100 gram per ekor  per hari dengan penggunaan tepung kerabang telur per harinya 3 gram (3 persen dari total pakan), maka biaya produksi per hari yang dapat dihemat adalah sebesar Rp48.300,00 per hari pada populasi ayam 10 ribu ekor atau Rp1,449 juta per bulan,” kata Mansur yang bersama timnya menjadi juara II dalam 2nd SATU Student Business Plan Competition di National Cheng Kung University Taiwan belum lama ini.

Lebih jauh Mansur menguraikan, ayam yang diberi kerabang telur sebagai sumber mineral mampu mencapai produksi 76,2 persen sedangkan dengan suplemen mineral lain sebesar 71,1 persen (selisih 5,1 persen). Sehingga pada peternakan ayam petelur yang memiliki populasi sebesar 10.000 ekor akan menghasilkan telur 510 butir lebih banyak (setara dengan 30,6 kg).

Jika harga 1 kg telur Rp12 ribu maka keuntungan yang bisa diperoleh adalah Rp367,2 ribu per hari atau Rp11,01 juta per bulan. Asumsi rata-rata berat telurnya 60 gram. Sehingga keuntungan total per bulan yang bisa diperoleh baik dari efisiensi pembuatan pakan maupun penjualan telur adalah Rp12,465 juta.

“Semakin besar skala usaha atau semakin banyak populasi ayam maka keuntungan yang diperoleh juga akan semakin banyak. Selain keuntungan finansial yang bisa diperoleh, suplementasi mineral menggunakan tepung kerabang telur juga dapat mendukung program ramah lingkungan,” pungkasnya.(rhs)

 

Tip Kentang Goreng Renyah


KENTANG dikenal sebagai menu utama di banyak negara, terutama belahan Eropa. Dengan sedikit kreasi, kentang bisa menjadi menu unggulan yang nikmat. Jadi, anggota keluarga bisa punya alternatif sumber karbhohidrat selain nasi.

Hampir semua negara di dunia mengenal tumbuhan satu ini. Selain menjadi salah satu sumber karbohidrat, kentang (solanum tuberosum) juga memiliki manfaat yang tidak sedikit bagi manusia. Apalagi, banyak menu bisa diciptakan dari kentang; dengan digoreng, direbus, dipanggang, atau disajikan bersama daging maupun sayur. Apapun metode pengolahannya, kentang selalu mampu mengundang selera makan.

Menurut catatan sejarah, kentang pertama kali dibudidayakan oleh masyarakat Andes, Amerika Latin. Dari sanalah popularitas kentang semakin mentereng hingga restoran maupun kafe di dunia seakan berlomba menyajikan menu berbahan kentang. Bahkan di beberapa negara, tanaman yang terbagi dalam 200 spesies ini telah dijadikan makanan pokok. Sangat beralasan karena dengan bentuk yang sederhana saja, kentang memiliki manfaat yang amat banyak, terutama karena kandungan gizi di dalamnya, misalkan mineral serta kalsium yang bermanfaat memelihara kesehatan tulang dan gigi.

Kini, kentang telah menjadi hidangan favorit dari masa ke masa karena proses pengolahannya menjadi sebuah menu sangatlah mudah. Sebut saja dengan digoreng, kentang bisa menjadi camilan nikmat, kapan pun dan dimana pun.

Nah, agar menu berbuka kali ini terasa berbeda, bagaimana kalau Anda membuat kentang goreng sendiri? Yeni Ismayani, sarjana tata boga yang kini aktif menjalankan profesinya sebagai professional food stylish untuk berbagai photo session dan commercial TV berbagi tip untuk Anda, agar kentang goreng tak cepat layu dan tetap renyah.

1. Kentang dipotong-potong, dibersihkan, lalu direndam dalam air yang telah dicampur kapur sirih dan garam. Cuci.

2. Air kapur membuat kentang sedikit mengeras, karena menyerap air yang ada di dalam kentang. Sementara garam berfungsi untuk membuat kentang terasa gurih.

3. Diamkan kentang dalam rendaman air kapur dan garam selama 1-2 jam, lalu keringkan. Keringkan dengan serbet, tisu kering, atau lap.

4. Goreng dalam minyak panas sampai terendam. Goreng setengah matang, angkat, diamkan sebentar, lalu masukkan kembali. Angkat kentang bila sudah terlihat kering.(ftr)

Menu Valentine Penuh Warna di Hotel Aryaduta Semanggi

VALENTINE sudah di depan mata. Untuk merayakan hari kasih sayang, restoran, kafe, dan hotel-hotel banyak menyuguhkan paket makan malam menarik. Salah satunya, Hotel Aryaduta Semanggi.

Hotel Aryaduta Semanggi menyajikan 4-kursus Set Menu Dinner tepatnya di Porta Venezia Restaurant untuk Anda nikmati bersama orang-orang terkasih. Menu yang disajikan 4-kursus Set Menu Dinner ini mulai dari Kepiting timbale, Sup Emosi Bit sup krim dengan Roti dilapisi tepung roti Cocokan, Payudara Bebek Tamari digongseng atau Fillet, Sereh Panacotta dengan Raspberry coulis.

"Pada 4-kursus Set Menu Dinner, harga yang ditawarkan sudah termasuk dengan kotak eksklusif dan mawar sang kekasih," kata Paramita Sari, Public Relations Manager Hotel Aryaduta Semanggi saat ditemui okezone, Kamis (10/2/2011).

"4-kursus Set Menu Dinner" ditawarkan dengan harga Rp265 ribu per orang pada 14 Februari 2011.

Untuk menambah suasana romantisme 4-kursus Set Menu Dinner, Hotel Aryaduta Semanggi menyuguhkan Live Music yang menampilkan duo seruling dan gitar.

"Di bawah lengkung kaya megah dihiasi dengan mural Eropa yang menggambarkan musim memetik anggur Italia, Porta Venezia meyakinkan Anda untuk memiliki tak terlupakan nuit d'amour atau malam cinta di Hotel Aryaduta semanggi," tutupnya.
(nsa)